Bodyguard
Suatu saat aku terpaksa harus kembali ke apartemen untuk mengambil tas kerja Mr.Edward. Dengan tergesa-gesa aku menuju ruang tidurnya. Kubuka lemarinya dan kuambil tas tersebut, tapi aku tiba-tiba terperangah melihat... ...
Suatu saat aku terpaksa harus kembali ke apartemen untuk mengambil tas kerja Mr.Edward. Dengan tergesa-gesa aku menuju ruang tidurnya. Kubuka lemarinya dan kuambil tas tersebut, tapi aku tiba-tiba terperangah melihat... ...
Entah siapa yang memulai tiba-tiba bibir kami hanyut dalam kemesraan karena Bus ...
Kutinggalkan kedua belah payudaranya yang basah dan penuh dengan lukisan bekas gigitanku dan juga cupangan berwarna merah bekas hisapanku, sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih. Ketika lidahku bermain di atas pusarnya... ...
Kembali aku memandang ke wajahnya, walaupun wajahnya sedikit memerah karena malu. Ia berusaha untuk tetap tersenyum. Dadanya terlihat sangat menonjol. Alamak! Buah dadanya itu ternyata... ...
Karena semakin penasaran, maka secara perlahan, aku keluar kamar dan bergerak ala detektif mencari asal suara yang mencurigakan itu. Hampir aku tidak percaya, datangnya suara dari kamar keponakanku. Karena diluar dugaanku, aku harus bertindak cepat untuk mengetahui apa yang... ...
Bram yang tadi hanya membantu melumuri lubang pantat Rizki dengan lotion, kini dia pun mulai terangsang dan membuka celananya. Dihadapkannya batang kejantanannya yang sudah keluar dari celananya di depan mulut Rizki. Rizki pun dengan nafsunya segera... ...
Tanpa diperintah lagi, Rizki segera meremas dan menggoyang-goyangkan kemaluan Bram yang dia pegang. Bram pun membiarkan apa yang dilakukan Rizki dan dia tampak sekali begitu menikmati rasa nikmat yang mulai mengalir di urat syarafnya. Lalu... ...
Kembali kukecup bibirnya yang sensual sambil menariknya ke arah pantai pasir putih yang hanya berjarak 10 m dari tempat kami berdiri. Kurebahkan tubuhnya di atas handuk yang sudah kami tebarkan di atas pasir, kupandangi matanya lembut dan kukecup bibirnya dengan sedikit kasar... ...
Kembali kami berdiri berhadapan, saling memandang dengan mesra, kemudian dengan hati-hati dan perlahan kubuka kancing baju Mbak Evie yang tersisa 4 buah itu dan dia pun membuka kancing bajuku yang tersisa 2 buah itu, baju kami jatuh ke lantai, tubuhku telanjang... ...
Aku naik ke kamarnya, kuketuk pintunya dan pintu pun terbuka dan Mbak Evie-ku yang cantik berdiri di hadapanku sambil menarik tanganku masuk, kututup pintu dengan kaki. Aduh mak.. dia hanya memakai kemeja tipis biru tua... ...